Friday, September 8, 2023

Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik

https://www.lombainternasional.info/2023/09/koneksi-antar-materi-modul-23-coaching.html
Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik


Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik

Semarang- Dalam kesempatan kali ini penulis coba menguraikan keterkaitan materi 2.3 dengan materi-materi yang ada sebelumnya atau istilahnya koneksi antar materi. Pada modul 2.3 ini membahas dan mempelajari tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Coaching yang dibayangan saya awalnya hanya untuk guru BK dalam menyelesaikan masalah anak, akan tetapi setelah mempelajari Bab ini saya mulai faham bahwa coaching sangatlah dibutuhkan untuk menggali dan meningkatkan potensi baik guru maupun anak. Terlebih jika kita sudah mahir dalam menerapkan alur TIRTA dalam pelaksanaan coaching tentu potensi si coachee akan keluar dengan kesadaran mereka sendiri untuk membuat sebuah komitment guna pengembangan diri menutu tujuan yang ingin dicapai.

 

Adapun alur TIRTA itu sendiri terdiri dari tahapan:

1.    Penetapan Tujuan

2.    Identifikasi Masalah

3.    Rencana Aksi Nyata

4.    Tanggung Jawab (Pengambilan keputusan dengan penuh tanggung jawab)  

 

Dari tahapan tersebut, sukses tidaknya kegiatan Coaching akan sangat tergantung juga dari kemampuan / kompetensi si Coach dalam menggali pertanyaan ke si coachee, sehingga dalam modul 2.3 ini kita diajarkan untuk praktek menjadi Coach, Coachee bahkan menjadi Supervisor dari kegiaatan coaching dengan harapan kita benar benar bisa menerapkan alur TIRTA dalam kegiatan coaching.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang coach dalam melakukan coaching adalah:

1.       Kehadiran penuh (presence),

2.       Mendengarkan aktif (menyimak), dan

3.       Mengajukan pertanyaan berbobot

Jika dikaitkan dengan kegiatan supervise akademik untuk teman sejawat kegiatan coaching ini sangatlah cocok dan bisa menggantikan Teknik supervise pola lama yang cenderung hanya pemenuhan rubrik dan benar salah serta tututan rfleksi yang sudah ditetapkan oleh seorang supervisor. Teknik Coaching dalam supervise akademik disini diawali dengan observarsi pra supervise yang bisa dilakukan dengan alur TIRTA serta pengamatan selama kegiatan supervisi, coach hanya mencatat dan mengkonfirmasi ulang kegiatan dari coachee saat refleksi hingga dari diri coachee mengetahui sendiri area mana yang perlu dikembangkan lagi dan apa yang akan dilakukan untuk memperbaikinya dari potensi dan peluang serta daya dukung yang mereka miliki sendiri dalam sebuah komitmen sesuai tujuan area pengembangan yang ditujukan, jadi tidak ada point nilai lagi seperti supervise yang ada selama ini.

 

Adapun perbedaan utama Teknik coaching ini dengan kegiatan yang lain adalah seakan hubungan antara coach dan si coachee seakan-akan hubungan seperti teman yang diajak ngobrol/curhat hingga ada solusi yang muncul dari diri coachee sendiri. Sedangkan dikegiatan yang lain cenderung ada gab antara si Alhi dan si kurang mengerti yang dilakukan tranfer knowlage dari yang ahli dengan peserta.

Sedangkan jika dikaitkan dengan modul modul sebelumnya Teknik coaching dengan alur TIRTA ini menurut sepemahaman saya adalah sebagai berikut:

Modul 1.1 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Filosofi Pendidikan KHD

Menurut KHD, mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani.

Point memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia sangat erat dalam kegiatan coaching ini karena si coachee tidak dituntut harus ini harus itu dari coach akan tetapi secara Merdeka mengungkapkan apa yang dirasakan dan apa yang akan dilakukan sesuai potensi yang mereka miliki.

 

Modul 1.2 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak

Nilai yang harus dimiliki dari seorang Guru Penggerak adalah Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Peserta didik. Point nilai reflektif sangat erat hubungannya dengan kegiatan coaching kali ini yang memang menerapkan alur TIRTA ini ada point Identifikasi masalah yang tentu butuh sebuah kegiatan refleksi diri dan refleksi dari apa yang telah dilakukan dan apa yang ditemukan ataupun apa yang dirasakan untuk melakukan perubahan melalui sebuah rencana Tindakan nyata.

 

Modul 1.3 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Visi Guru Penggerak

Sesuai Visi Guru penggerak yang saya buat Learn, Do, Share! Kegiatan coaching ini masuk dalam visi Do karena saya dalam kelompok saya diwajibkan untuk mempraktekkan langsung apa yang telah kita pelajari dalam Teknik Coaching ini. Dan tentu dalam penetapan tujuan dalam alur tirta harapannya juga harus selaras denga Visi guru penggerak dari apa yang telah ditetapkan di modul 1.3 ini.

 

Modul 1.4 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Budaya Positif

Tentu tujuan utama dari Teknik coaching ini juga untuk menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah. Selain hal tersebut masalah masalah yang disampaikan dalam identifikasi haruslah berkepihakkan pada pesertadidik sesuai budaya positif yang telah disepakati bersama disekolah. Mulai dari kurang berjalannya budaya yang telah disepakati bersama bisa diungkapkan dan digali dalam kegiatan coaching ini untuk dibuat komitmen ulang untuk usaha mewujudkan budaya positif.

Modul 2.1 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

Jika dikaitkan dengan pembelajaran berdiferensiasi tentu sangat pas sekali jika kegiatan coaching difokuskan dalam kegiatan supervise akademik yang diarahkan dengan pertanyaan berbobot untuk mewujudkan bagaimana si coachee dalam mengoptimalkan potensi untuk mewujudkan sebuah pembelajaran yang berdiferensiasi, dari apa yang telah dilakukan dan apa yang perlu dioptimalkan kembali bisa di lakukan dengan Teknik coaching ini.

 

Modul 2.2, Pendidikan Sosial Dan Emosional

Pendidikan social Emosional tentu bisa dilakukan dalam pendekatan coaching ini, di pengantar atau awal kegiatan sebelum dilakukan coaching pendidikan social emosional ini bisa dimasukan atau bis akita istilahkan Coaching ber-KSE sehingga dalam pelaksanaannya bisa lebih optimal.

 

Setelah mempelajari modul ini, ternyata penulis menyadari bahwa Teknik Coaching dengan Alur TIRTA ini benar-benar akan bisa menggali dan menumbuhkan potensi baik guru maupun peserta didik. Akan tetapi kita tetap butuh Teknik yang lain (mentoring, facilitating, konseling, tutoring dll) dalam kegiatan kegiatan tertentu.


Tag: 

coaching, supervisi akademik, coaching untuk supervisi akademik,